Kamis, 08 November 2012 | 0 komentar

Sudah 2 bulan lebih saya di Batam, rasa sedih dan senang ibarat 2  sisi mata uang, sedih karena harus berpisah sementara dengan suami, senang karena hari ini bertemu Mama, Bapak dan family, finaly bisa silaturahmi, mengambil ijazah, membereskan hutang janji, dan lain-lainnya, aamiin.


She is my Super Mom, mama bilang sedih liat pesawat yang lagi landing, terharu banget bisa ketemu Nunu, mama agak kurusan, karena lagi diet, udah ga ngemil yang aneh-aneh, jus tanpa gula, kurangi garam, say no to MSG and say yes to "Sepedah". pola hidup sehat memang penting.


Mama & Bapak, ngejemput di Bandara, ya Allah senengnya thanks for everything, and you are my everything.


sebenernya pulang hari ini ga rempong amat kayak dulu yang bawa barang bisa ampe over baggasi, haha, tapi tetep meskipun cuman bawa 1 koper, kata Bapak ga boleh angkat yang berat-berat...He is the best Father in the world for us, and we love him...


dulu kalau pulang-pergi bawa segini, berat, rempong, sendirian pula..sekarang males bawa barang berat-berat, seadanya aja, dan simple itu lebih menyenangkan.


dianterin ama om juga yang baju kuning... hatur nuhun....


yee.. finaly.. Banjaraaaaaan......!!!

Alhamdulillah, terimakasih Rabb, sudah menjagaku selama ini, dan terimakasih sudah menjaga kedua orang tua & keluargaku dengan sangat baik..

Pulang ke Bandung

| 0 komentar

Yang terkeren tetaplah istrimu mas!!!
dia yang menyiapkan kebutuhanmu dari bangun tidur sampai menutup mata, dia yang melahirkan anak-anakmu dengan darahnya, dia yang mau menerima kekuranganmu, dia yang ikhlas memaafkan, menutupi aib-aibmu, memujimu dan bersyukur atas apa yang Allah cukupkan, dia yang selalu berusaha tersenyum saat kau lelah, padahal sesungguhnya istrimu itu lebih lelah dari pada kamu mas!!!, dia mengerjakan semuanya di rumah, kadang dia tak memperdulikan dirinya, hanya karena ingin mendahulukan kepentinganmu, cita-citamu dan urusanmu.





Sekarang lihat istrimu baik-baik mas!!!
sekali-kali tanyakan bagaimana hari-hari bersamamu
tanyakan pula ingin berlibur kemana?
dan tanyakan pula adakah yang membuat hatinya tidak enak?
disaat istrimu diam,  sebenarnya dia hanya ingin kau bertanya, dan kau mendengarkan segala keluh kesahnya, baginya itu penting, lelaki harus sanggup mendengarkan istrinya dengan baik, mengobati kekecewaannya, tidak perlu dengan uang atau kemewahan, memenuhi kebutuhan emosinya itu adalah pembebasan jiwanya yang rapuh, belajar sabar itu adalah saat terlabil bagi perempuan, terlebih lagi ketika menghadapi masa transisi saat menjadi ibu, maka temanilah dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab, agar kelak istrimu bisa tegak berdiri dengan bijaksana, tanpa salah paham atau bersikap tidak pantas padamu.

Yang terkeren tetaplah istrimu mas!!!
mungkin kebersamaan itu terasa sama setiap harinya
mungkin kebersamaan itu bisa jadi hal yang membosankan setiap harinya,
sekali-kali lihatlah dengan mata hati, bagaimana istrimu berinovasi agar dinamika suasana rumah selalu menyenangkan setiap harinya,
dia lebih pintar memasak, rumah dan kamar selalu wangi, pandai merawat diri, jangan kau anggap hal-hal kecil yang dilakukannya untukmu adalah biasa saja, berterima kasihlah, karena dia selalu lakukan yang terbaik untukmu, meski itu sangat sederhana.

Yang terkeren tetaplah istrimu mas!!!
jangan meminta dia untuk menjadi orang lain
membanding-bandingkannya dengan yang tak mungkin
dialah istrimu yang sekarang, ijab qobulmu, bukankah dulu dia adalah yang tercantik dimatamu, bukankah dulu dialah yang kau kejar setengah mati untuk kau nikahi, periharalah dengan lembut mas, karena kelak kau akan dimintai pertanggung jawaban tentang istrimu,
perhatikan shalatnya, ajak selalu berjamaah jika sedang bersama, semangati terus shaumnya karena Allah, perhatikan akhlaqnya, jangan sampai karena kelalaianmu, istrimu jadi berpaling ke rutinitas bersama kawan-kawannya yang tak baik, bergosip, menggunjing, jangan sampai istrimu berkeluh kesah kepada orang selain suaminya sendiri...

Yang terkeren tetaplah istrimu mas..
jangan pernah silau dengan kecantikan yang lain
mungkin itu akan membutakanmu
meruntuhkan apa yang telah kau bangun, dan hanya Allah yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
bersyukurlah, sampai hari ini ada yang mencintaimu dengan tulus, meski kadang kau acuhkan dengan alasan pekerjaanmu yang melelahkan.
apapun yang tak kau suka
benahilah dengan kesejukan hati, bukan dengan menghakimi, bukan juga dengan tuntutan yang malah akan menjadi beban istrimu, bagaimanapun, keshalihan istri itu bukan warisan mas, tapi didikan dan keinginan
 berubah lebih baik, jika istrimu keren, berarti kamu lebih keren mas...

Semoga Allah menguatkan apa yang goyah didalam hati
terlebih jika yang goyah adalah iman dan tujuan hidup yang sebenarnya
tak ada yang lebih berarti selain pengampunan dan petunjukNya
tak ada yang paling indah selain Surga Allah
dan tak ada yang lebih abadi selain kehidupan di hari nanti
istrimu adalah perhiasanmu di dunia mas
jangan kau gadaikan dengan hawa nafsumu
rawat dan jagalah istrimu,
jadikan dia emas yang termegah
semakin lama semakin tak ternilai harganya
jangan kau perlakukan seperti barang-barang virtual
semakin lama semakin canggih, tapi tak berharga dan dilupakan
"sebaik-baik perhiasan adalah istri shalehah"
dan laki-laki paling beruntung adalah laki-laki yang berhasil mendidik istrinya menjadi shalehah"
karena shalehah bukan warisan tapi pembelajaran, usaha dan perjuangan...
wallahu alam...

by: Nurul Hidayah ^_^






Yang Terkeren Tetaplah Istrimu Mas!!!

Kamis, 25 Oktober 2012 | 2 komentar


Sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam,
"Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak,
"Ada perangkap tikus di rumah!....di rumah sekarang ada perangkap tikus!...."
Ia mendatangi ayam dan berteriak,
"Ada perangkap tikus!"
Sang Ayam berkata,
"Tuan Tikus, aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata,
"Aku turut bersimpati...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan."
Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
" Maafkan aku, tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"
Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular.
Sang ular berkata,
"Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat diselamatkan.

Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang, namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya(kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan...Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SUATU HARI.. KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA... PIKIRKANLAH SEKALI LAGI.. 





Affiliate Program ”Get Money from your Website”
more visit
http://homezwork.com/-142728.htm

Cerita mengharukan dari seekor tikus (Wajib Baca)

| 0 komentar

Online Job for All. Work from home computer.





Dear teman, 
saya ingin memperkenalkan Anda sebuah situs web yang saya temukan beberapa saat lalu, di mana Anda dapat menghasilkan uang besar di Internet. 
Ini adalah teknik nyata dan masalah-bebas untuk membuat keuntungan di Internet. 
Buka link di bawah ini untuk mempelajari lebih lanjut :


menghasilkan uang dari internet, tertarik?

Senin, 03 September 2012 | 0 komentar

Kuliah 3 tahun mati-matian, ditekan sana-sini, Stress, ngerjain TA bener-bener mempertaruhkan segalanya, bimbingan sampai jam 12 malam, pokoknya cape bener deh selama 3 tahun kuliah, bener-bener berusaha pengen lulus dengan susah payah, tapi endingnya ga bisa ikut Wisuda??? gimana coba perasaanku waktu itu??? bengong, hancur, kecewa.. haaalaaaaah ga lah, ga sampe segitunyah banget...

sekarang tanggal 3 September 2012,
aku dinyatakan lulus tanggal 16 Juli 2012
dan tanggal 15 September 2012 adalah hari besar untuk mahasiswa tingkat akhir Politeknik Negeri Bandung. jadi tinggal 12 hari lagi waktu wisudanya..

Ini adalah wisuda pertama aku
dan ini juga kehamilan pertama aku,
ya seperti itulah hidup kadang harus memilih yang terbaik
usia kandunganku masih rawan, naik pesawat juga ga disarankan. So Nunu ga mau egois, ngorbanin dede bayi yang masih kecil, gara-gara pengen ikut wisuda. keselamatan dede bayi lebih penting dari wisuda. Nunu ga mau nekat, dan nyepelein perjalanan ke Bandung. Perjalanan Batam-Bandung cukup beresiko buat Ibu hamil.


Jujur, Nunu kangen Bandung dan temen-temen, saling bersyukur bersama, berfoto, dan ketawa-ketiwi seperti biasanya.. pokonya yang dibayangan aku suasana wisuda pasti heboh dan rame,,

BUt, forget it!!. itu hanya godaan aja..My Child is everything.. dan kasian suamiku juga kalau ditinggalin kayak jaman-jaman kuliah, ga keperhatiin... love you all my litle famz...Bunda akan terus disini buat nemenin Dede sama Ayah. Dede yang kuat ya sayang, yang sehat, yang sempurna, semoga Alloh senantiasa memberikan yang terbaik untuk siapapun... ^_^...


Disaat Ga Bisa Ikut Wisuda...

Jumat, 31 Agustus 2012 | 1 komentar

Keadaanku sekarang benar-benar membuatku seperti perempuan sungguhan. bukan lagi anak kecil, gadis remaja, mahasiswa, atau anak mama yang manja. keadaan seorang ibu yang lemah dan bertambah-tambah ketika mengandung, seperti yang tertulis dalam Qs. Lukman:14, benar-benar terasa. Firman Allah mencerminkan betapa Allah mengerti betul keadaan seorang Ibu ketika mengandung.

Kodrat Allah siapa yang mampu menghalanginya, jika mengandung itu anugrah itu benar, rasanya senang jadi Ibu, jika mengandung itu membuatku begitu lemah, itupun benar. Ibarat sakit yang berkepanjangan. mungkin agar terbiasa semakin lama, hingga akhirnya aku melahirkan.Dan semakin terlatih menjadi seorang Ibu, untuk membesarkan anak-anakku nanti. membesarkan dan mendidik anak pun bukanlah hal yang mudah, tanggung jawabnya dunia akhirat. semoga saja dengan merubah segala sikap yang lebih baik, dan lebih dekat dengan Allah, suatu saat akan membuat anak-anakku menjadi baik pula, sholeh dan sholehah, tak ada yang lebih menyakitkan bagi orang tua ketika anaknya durhaka, suka melawan dan membentak.. naudzubillah, jadilah hamba Allah yang penyayang anakku,...

Sekarang aku tahu mengapa kasih Ibu itu sepanjang masa, sekarang aku  juga tahu mengapa perasaan Ibu itu begitu sensitif, kalau sekarang teman-teman masih suka galak sama Mama nya, stop dan sayangi Mama dengan baik, hamil itu banyak keluhannya, itu terjadi selama 9 bulan. belum lagi melahirkan, itu perjuangan hidup dan mati. kalau kamu yang rasain, belum tentu juga kamu sanggup, terlebih kamu yang laki-laki.

Bagaimanapun, kita yang pernah lahir di dunia ini, tidak hanya berhutang budi .. tapi berhutang nyawa pada Ibu..

Rasanya Hamil

Senin, 13 Agustus 2012 | 2 komentar












Beberapa tahun kebelakang adalah sejarah terlengkap dan cukup menggoreskan campuran kenangan  rumit dipikiranku, kalau dibentangkan bisa jadi sekumpulan benang kusut yang tak pernah lurus, jujur!!! tak mau lagi aku memintalnya menjadi gulungan yang siap dijahit. biar saja menumpuk seperti itu, hingga pada akhirnya menjadi kapas yang berterbangan.

Kemarin bisa jadi tahun penuh duka cita, tahun kejayaan atau tahun paling egois dan memalukan. kemarin adalah cermin yang cukup jernih, aku bisa melihatnya meskipun kemarin ceritanya keruh, kemarin itu pasti dan tak ada kemungkinan-kemungkinan lagi, itu artinya semuanya sudah berlalu dan tak  bisa diapa-apakan lagi.

Hal yang paling memaku otakku saat kemarin adalah kuliahku, 3 tahun yang belingsut, keras, abu-abu, retak, kejar-kejaran dan memuakan, ya karena aku tak suka mekatronika, elektronika, mekanika, lebih singkatnya lagi aku tak suka belajar. 

Sekarang semuanya sudah berakhir, tidak ada tugas, laporan, begadang atau apapun yang bisa menyiksaku siang malam karena itu. semua sudah berhenti, aku sudah lulus dan sebentar lagi wisuda. bagaimana mungkin aku bisa menyelesaikan semuanya? ya karena aku memaksakan diri untuk keluar dari tempat itu dengan terhormat. bukan dengan pemberontakan atau masa bodoh. tak semua yang pahit itu penyakit, dan tak semua yang manis itu obat. begitulah tentang kemarin.

***

Setelah kemarin adalah kemungkinan...
kemungkinan aku menjadi pekerja
kemungkinan aku menjadi bosnya para pekerja
kemungkinan aku  pengangguran
kemungkinan aku tak ada usia.
banyak sekali kemungkinan. itu artinya banyak pilihan.

Dan sekarang masih mengobati beberapa cacat citra tentang kemarin. mengasingkan diri bersama hal yang  abu-abu, bahkan lebih keras dari kemarin, lebih jelas, nyata dan tak bisa santai-santai lagi. Lulus dengan nilai A ternyata masih belum cukup membahagiakan buatku. semuanya butuh perjuangan lagi, berdarah lagi, dan jauh dari dekapan ibunda. jauh dari Ibu adalah hal yang tragis untuk anak manja seperti aku. Aku memang anak yang payah untuk saat ini, menginginkan Ibu ada setiap hari, Ibu..Ibu tak ada kasih sayang yang sempurna selain kasih sayang ibu, dan tak ada do'a paling suci selain do'a ibu, malaikat manapun tak akan berani menolak do'a para Ibu yang taat... Ibu aku rindu...

Sekarang aku diperantauan, berdua bersama suami. 
apa ada target nikah muda??? TIDAK
orang bilang aku hamil duluan karena nikah muda?? AH DASAR JAIL, semoga semua pergunjingan yang menyakitkan untukku, menjadi peluntur dosa-dosaku.

Lelakiku adalah lelaki yang terbuat dari berlian, perisainya dilindungi titanium surga. kemuliaan hati untuk menjabatkan diri sebagai imam, merapatkan luka-lukaku dan menjahit segalanya yang terkoyak adalah keluhuran budi. kesederhanaan dan semangat hidupnya adalah gelora yang menyejukkan, bagaimana mungkin aku menyombongkan diri dan menentang kodratku untuknya? 

Dan inilah setelah kemarin, aku harus punya pilihan.
pilihan untuk ikhlas dan sabar
menjalani kodrat sebagai perempuan yang menjaga berliannya
pilihan untuk membuang segala keegoisan 
pilihan untuk mau mengerti beban dan kesakitan suamiku
berbagi dalam segala hal yang menyenangkan ataupun tidak
mendampingi dia 
 memuliakannya,  
bersama-sama membangun kerajaan paling indah
namun ada saja bibir jahil yang gatal bertanya-tanya..
orang bilang aku ikut suami?
TIDAK!!! Aku mengikuti kata hatiku..
menjadi seorang istri yang wajar.
menjadi seorang ibu yang wajar
mengayomi dengan penuh kesabaran itu sudah cukup.



SETELAH KEMARIN (Orang Bilang Aku Ikut Suami?? Tidak!!! Aku Ikuti Kata Hatiku..)

 
Copyright © 2012 MIRROR | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks | Powered by Blogger