Minggu, 06 Mei 2012 | 0 komentar

My Gothic Stories













tempat favoritku,
disini aku menunggumu, dengan bendera kuning yang masih belum turun tiang, kamu pernah berjanji, kamu akan datang, saat gerimis turun, meski kamu telah mati sekalipun, kamu akan datang, menemaniku, dan tidur bersama di sini.

seperti biasa, di tempat ini, aku selalu memutarkan lagu-lagu  yang kamu suka, lagu yang menyanyikan tangisan, saat kita mencoba serapat mungkin dan akhirnya menjadi satu, tubuhku-tubuhmu, nafasmu-nafasku, ritual yang menyakitkan untukku, karena aku harus berbagi ruang kecilku bersamamu, mengisinya dengan keharusan, dan entah mantra apa yang kau titipkan padaku , sehingga sampai sekarang masih ada bekas dibagian itu, mungkin ini yang kau bilang dengan "pelepasan". "potongan hatiku ada padamu" ...kata terakhir yang kau sebut.
aku hanya tak percaya, akan semudah ini semuanya hancur.

sebelum aku hilang, kau memotong sesuatu yang paling berharga untukku, "Simpan ini .. " katamu.
 kau membuatkanku lilin merah yang indah, lilin yang terbuat dari darahmu, dan mungkin ini adalah lilin yang tidak akan mungkin aku nyalakan seumur hidupku.

"Sayang, simpan ini, jika kau telah melupakanku, nyalakan saja lilinnya sampai habis, saat itu pula aku pergi, dan menjadi asap, tapi percayalah potongan hatiku ada padamu, tak peduli dengan siapa engkau hidup, tak peduli kau mencintai manusia yang lain, potongan hatiku ada padamu" 


"Aku, tak pernah ingin menerima ini!!!, kau pun tahu potongan hatiku ada padamu, tak seharusnya kau tawarkan pilihan yang sulit, menjaga lilin itu sama artinya dengan menggantungkan ubun-ubunku di ujung kait, dan menyalakannya sama artinya dengan memusnahkan potongan itu"


"Mengertilah sayang, akan tiba suatu saat dimana kau akan menyalakannya, dan aku harus rela terbakar untuk kebahagiaanmu, aku harus  mencintaimu dengan serumit ini, menyerahkanmu pada yang seharusnya, karena potongan hatiku ada padamu!!!"

kau ajari aku untuk mengerti cinta, kau pun ajari aku tentang menerima kenyataan. sebentar lagi musim kemarau, dan hujan tak akan turun lagi, bersamaan dengan itu, kau pun   pergi tanpa pernah meyakinkanku, kamu ada dimana? dan kapan akan kembali, tak ada yang tau. karena kau adalah Asap.

***
masih tersisa beberapa tetes hujan, dan aku tak ingin membuang kesempatan ini untuk bersamanya..
aku memeluknya dengan tangis, dan dia mengeratkannya tanpa ruang sedikitpun, 

"tak ada pelukan seperti ini sayang, hanya aku yang memelukmu seperti ini, dan hanya aku yang memiliki pelukan seperti ini"

"Kumohon jangan pergi Asap"

"jika boleh menawar pada Tuhan aku pun tak ingin, tapi jangan bersedih sayang, selama hujan masih turun , dan gerimis membasahimu, saat itu aku ada bersamamu,,karena saat hujanlah, api tak sanggup menyentuhku dan tentu  potongan hatiku ada padamu"

pelukan Asap semakin dingin, tangannya pun tak erat seperti tadi, semuanya menyublim perlahan-lahan, Asap tersenyum getir, ada yang menarik dirinya ke atas langit, aku berusaha meraih tangannya tapi Asap semakin tinggi, aku terus mengejarnya, tapi Asap sudah tak terlihat lagi...

jangan pergi,,,jangan hilaaaang,,,

ASAP

Minggu, 31 Juli 2011 | 0 komentar

my dark memory, broken mind of you. - MIRROR

| 0 komentar

takdir yang tabu akan kasat mata telah terbuka sebelum nafas mengalir dalam lorong hasrat
sebuah mmpi adalah angan yang harus terwujud mestinya tanpa ada tanya yang membelenggu jiwa
tapi entah siapa yang terkendali hingga buta untuk menapaki setiap garis yang telah terukir
di jalannya prahara arti sebuah kegelapan tersentuh oleh emosi yang terbakar kebencian
sebuah kata yang terlintas di dalam cara kerja alamiah pikiran hanya terpendam oleh amarah

aku muak dengan perasaan yang terus membebani nafasku dalam kesunyian hening yang tercipta
ku terhempas dalam sepiku ketika semua mata memadang dengan sebelah mata 
apa aku melangkah?
dalam kebencian ku berdiri tak pernah sempurna untukku saat kebencian menatapku penuh arti

jauh sebelum pergi memulai hari , jauh sebelum mimpi menghancurkan aku adalah khayalan
terlahir dari abu yang terbakar kembali aku adalah kehampaan misteri dari kekuasaan takdir
gerbang penjaga lorong hitam membelai alam lain dari imajinasiku untuk temukan arti..

semua berawal dari kisah kecil yang kualami begitu memberi makna akan arti yang kaya
kaki langit tertawa atas kematianku yang tak mampu menepi kekekalan bintang yang padam

aku adalah cermin dari apa yang kau lakukan
aku adalah hitam dari kesucian yang kau tawarkan
aku adalah misteri dari kemunafikan yang kau berikan
aku adalah sunyi dari lisan yang merobek hati
aku adalah serpihan yang tajam dari hancur yang kau beri
aku adalah jiwa yang terikat oleh sentuhan kata manusia

segala peristiwa tunjukan nuansa arti yang kaya
aku pun membaca dari apa yang bisikan hati menuntun kepada jalan yang terpilihnya untukku

garisan Tuhan yang telah menjawab ketakutanku
akan hilangnya bintang hidupku
akan kutanyakan dimana aku bersalah
hingga waktu yang tak mampu temukan aku dengannya
kasat jiwa yang terlapis kesempurnaan tanya
mengikat erat misteri yang terlahir begitu cepat


aku dan segala kegelapan yang setia temani
merindukan cahaya yang tabu akan kedatangannya


ajal yang menjelang tak bisa aku bayangkan
saat kurindukan untuk menyapa dirinya
dimana aku dapati keceriaan bersama dirinya
selembut belati yang mengiris rapuhnya jiwaku
seakan berlari tak pernah aku berhenti
berlari..
lelah...lelah..
terlalu lelah..


misteri telah kendalikan diriku
menanti peristiwa saat ku menutup mata


mati!!!
DUNIA KINI TAK BERSAHABAT
MUNGKIN KARENA KITA MANUSIA
TAK PEDULI AKAN ARTI CINTA
MENANGIS..
BUMI MENANGIS..


ALASAN YANG TAK PERNAH HABIS
MENGINJAK DENGAN KESOMBONGAN
SAKITI JIWA YANG TERLUKA
MEMUJA KEMUNAFIKAN 
TERTAWA..
BUMI TERTAWA..
HANCUR!!!
HANCUR!!!
(Iz)

puisi dari seseorang yang menyebut dirinya Mistereeouzz

Sabtu, 30 Juli 2011 | 0 komentar

gak ada yang istimewa dari kehidupan seorang AKU, biasa saja dan selalu menatap hari dengan mata kosong, namun bukan berarti aku buta, aku ga pernah terlalu memaknai hidup ini, masa bodoh dengan cinta, kasih sayang, kesetiaan, persahabatan atau apalah itu, kata-kata yang biasa orang sebut dengan bahagia.
persetan juga dengan masa depan, atau obsesi-obsesi konyol yang ga masuk akal, tujuan hidupku bukan untuk hari esok, tapi untuk sebuah ritual kematian yang indah.
ketakutan??? aku pikir aku lahir kedunia ini sendiri, matipun juga sendiri, tak ada yang perlu dikhawatirkan.

aah.. aku juga ga peduli dengan kesepian, semua kehilangan itu tidak ada, karena aku ga butuh belas kasihan dari manusia. 
NAIF!!!

ya ironis memang, tapi apa boleh dikata, aku begini adanya, gak usah repot-repot bersandiwara, biar jadi anak manis dan disukai malaikat,
aku ga butuh dihormati, dilecehkan, dipuji, atau dihina..
aku hanya gabungan elemen-elemen mati yang tak usah dihiraukan..

keinginan tak pernah berhenti membunuh, seperti drakula yang tak pernah puas meminum darah, diakala apa yang kita inginkan tak pernah hadir, 
kita sakau, lalu akhirnya mati..
mati karena menginginkan kehidupan yang terlalu lama..

bagiku.. tak ada yang berarti dalam hidup ini, selain Tuhan, hidup ini hanya ilusi, semua sudah diiblisi bayang-bayang setan , termasuk hati orang-orang yang suci, orang yang telah terkenal dengan keshalehannya, tapi apa yang ia perbuat ternyata menyakiti orang-orang tak berdosa, dan

aku korban kebiadabanmu, dengan langkah-langkah IZROIL, aku menunggumu di tiap sakaratul maut dan kiamat kecil, hanya untuk merobek jantungmu dengan apa yang telah kau perbuat, setelah itu akan ku berikan kepada anjing-anjing neraka,

kau bisa membayangkan, bagaimana sakitnya aku!!
hingga aku berkata demikian..
semoga kau baca tulisan ini
itu saja..

my dark memory, broken mind of you.

| 0 komentar

Aku masih bertahan dengan statemen lamaku. "APA ADANYA" meski kejujuran itu sakit dan terkadang melukai
setiap orang merasa dirinya paling benar!!! ya itu fakta!!! karena mereka punya hak untuk berkata benar.
begitu pun aku, meski ruh ku sudah hilang berkeping-keping dalam sobekan pita biru itu, aku tetap tidak akan memaksakan untuk dapat hidup kembali, biarlah akhir hidup ini tenang tanpa ada udara, waktu, ataupun kamu!!!

aku juga tidak perlu ucapan maaf, ataupun taburan bunga kamboja, "Maaf sore tadi aku tidak melayat jenazahmu". biarkanlah senja menenggelamkanku di pesona lembayung tangis, aku nikmati semua itu, aku tahu kawan, hujatanmu tertuju untukku, AIR MATA BUAYA!!! gumamku dalam hati. ucapanmu terlalu keras untukku dengar. hati ini peka!!! hati ini mendengar!!! aku bukan manusia yang berjalan dengan memijakkan kaki, aku seperti ester yang melayang tanpa gravitasi,  sia-sia saja usahamu untuk membela diri, aku tak mungkin berdebat, karena semua itu tidak penting, aku miliki hidupku sendiri, dan kau urus saja dirimu tanpa hiraukan aku.
semoga kau sembuh!!!


di dedikasikan untuk seorang gadis yang terluka tanpa sebab, bisa itu aku, dia atau kamu, bukan yang lainnya

SEMOGA KAU SEMBUH

Minggu, 24 Juli 2011 | 0 komentar

Note ini ditulis oleh seorang musisi yang berhati besar (TZ). di halaman paling belakang diaryku..

Disaat kesendirianku terus menyelubungi jiwa yang rapuh, terkoyak akan penantian yang mungkin akan menghabiskan masa keberadaanku, bius lamunan bergemilang tanpa henti untuk luapkan segala kesedihan yang tertanam dalam hati, seakan memberontak ingin akhiri segalanya walau tanpa daya.

saat ini diriku tak tahu berbuat apa? akankah diriku menyesali segala apa yang telah terjadi? dan membuat kehidupanku tak berarti, karena setiap ku mencoba bangkit masa laluku selalu membuat diriku menyesal, untuk apa aku bangkit? jika tidak ada lagi yang bisa aku harapkan? dan hanya menambah rasa sesalku semakin dalam.

kekecewaan yang aku rasakan semakin menusuk perasaanku yang rapuh dengan tatapan yang kosong tanpa harapan.

lintasan malam ceritakan pengalaman yang ada terpukau segala gemerlap perhiasan dunia hanyutkan segala rasa yang dulu pernah membawa khayalan tentang apa yang dinamakan bahagia.

kini mimpi-mimpiku tak berbekas dalam ingatan, sekan hilang dalam lamunan yang tak berarti, harapan tanpa tujuan hanya ingatkan aku akan segala penderitaan  yang tak berbatas. kucoba tuk hiraukan. tapi bayangannya tetap hadir dan hadir untuk coba menyeret jiwa meninggalkan realita dalam batas sadar dimana aku tidak bisa merasakan betapa indahnya kehidupan ini.

lamunan demi lamunan mengalun disaksikan sinar bulan yang tidak jelas kapan akan memperlihatkan wujud yang sebenarnya. walau ku tahu itu semua hanyalah mimpi yang hanya membuat semua orang lupa akan apa artinya kehidupan dan mimpi-mimpi lupakan kenyataan yang ada, terbuai dalam ingatan, tanpa realita hanyalah kehidupan sia-sia, kejamnya harapan jadikan penyesalan dalam kehidupan.

terlihat setetes cahaya penuh dengan makna menuntun sebuah ahrapan yang tersisa, menandakan bahwa kehidupan ini masih menyisakan sebuah keindahan, dalam kehidupan yang penuh dengan siksaan batin tanpa henti.

kebingunngan adalah hal terbodoh , tapi jika cepat untuk memilih bisa celaka.

romantis tidak hanya bercinta, atau tidak harus mencumbu, romantis kata dan sikap paling sulit untuk dilakukan, karena salah sedikit saja berakibat fatal.

terkadang insan selalu lupa akan bahasa tubuh dan terkadang penjabaran kata manusia tidak ada yang sempurna

Dear Mizan...
malam demi malam hati ini makin resah dengan hadirnya seorang wanita yang merasuk kedalam jiwa ini dan membuat hati gemetar dalam kerinduan. 

keindahannya yang bukan hanya indah dalam bayangan tapi juga telah menjiwai hidupku, menghidupi jiwaku.

mungkinkah hatiku dan hatinya akan bertaut bersatu dalam ikatan cinta dan sayang, atau in ihanya akan menjadi silsilah semata?

sudah terasa berat hati ini memendam perasaan yang sulit diungkapkan, hanya karena segan dan malu. tapi sadarku telah datang lebih dulu bahwa rasanya bagaimana mungkin dia dapat menyayangi orang sepertiku yang mempunyai masa lalu yang suram. lagi pula apa yang dapat ku berikan selain cinta dan sayang yang hanya akan membuatnya kesal, bosan dan jengkel.

tapi terkadang timbul tanya dalam hati ini, apa terlalu langsung jika ku ungkapkan perasaan ini? atau terlalu bodoh jika tidak diungkapkan perasaan ini???

TZ..

SADNESS NOTE

| 0 komentar

Bandung, 22 Desember 2007

ketika hati menjadi pedih tanpa arti dan semua bongkahan es mencair di kesenduan matahari, aku hanya bisa terdiam, menangisi lautan sampai ombak-ombak menghancurkan keteguhan samudra, pertahankan kerinduan abadi di peti mati sang bumi.

mungkin impian selama ini hanyalah bayangan di batas kesadaran yang tak mungkin untuk dicapai, dan tidurku pun hanyalah pemisah antara hidup dan mati.

sebenar-benarnya cinta tak akn berhianat, adapun setia pasti akan disebut, sampai nyawa memisahkan dari kefanaan.. "AKU CINTA DIA"

tapi mungkinkah tanda tanya dan semua bencana yang mengalir dalam aliran darah jiwaku terjawab hanya dengan kata "BAHAGIA" dan menerima semua takdir terpahit untuk dipersembahkan pada sang karma? entahlah aku masih mencari jati diri yang bisa membawa namamu utuh tanpa cela..

mengapa dunia memandangku begitu sinis? dan kelahiranku pun tidak disampbut dengan suara adzan? apakah karena aku tak bisa sempurna? seperti fantasi tertinggi yang memiliki angan serupa makhluk-makhluk maha karya.

aku disini masih terasing, menunggu kepastian , bukan hanya kepastian tapi hasil akhir dari semua cerita yang sudah ku ukir di kitab sang pencipta.

22 Desember 2007
Tuhan , jangan matikan aku sebelum aku bisa berbuat banyak untuk orang-orang di sekitarku, dan amal-amalku cukup menyelamatkan kehidupan abadiku, sampai langit dan bumi tidak mengutukku. ku mohon dengan sangat...

surat lama, aku tak menyangka masih ada, kertasnya sangat lusuh!!!

Sabtu, 23 Juli 2011 | 0 komentar

Suara itu, Karinding!!! aku mendengarnya tanpa sengaja, mengingatkanku pada sebuah perbincangan masa lalu, disaat kau menjanjikan mahar seperangkat karinding Sunda, dan karena memang aku menginginkannya. tapi sampai detik ini jangankan untuk memiliki, memainkannya pun aku belum pernah. kapan? pertanyaan abstrak yang hanya menajamkan belati di jantungku.

suara itu, komposisi yang sering kau putar di ruang kamar yang sesak, bersama kopi dan rokok, ditemani wangi amber coklat seharga setengah juta, yang aku berikan dengan berat hati. karena ternyata kau menginginkan apa yang ku punya. barangku, barangmu, milikku, milikmu. haha..aku hanya tertawa berkaca-kaca. mengingat kebodohan absurd, mengingat ceritamu tentang puluhan wanita yang tragis. dan kau bilang aku salah satu dari yang tragis. ternyata memang, bukan hanya tragis tapi melukai perasaan laki-laki yang paling aku hormati. Ayahku. Ayahku yang begitu tegar, Ayahku yang bersujud menyalahkan dirinya, memeluk anak gadisnya dengan tangisan yang keras, aku belum pernah melihat dan mendengar Ayah sesedih itu, hingga ku lihat setiap langkahnya begitu sakit. setiap nafasnya hanya ingin melupakan kesalahannya mengabaikanku. Siang itu hanya bisa terdiam dengan tangis. bukan karena rasa sakit yang kurasa, tapi karena Ayah yang berjuang setengah mati, untukku, lalu bagaimana harus ku perbaiki keadaan ini? sekali lagi itu pertanyaan abstrak yang tak mampu menjahit kepedihan ini dengan senar gitar yang putus.

Suara itu, mengingatkanku. tentang rasa bersalah dan kehilangan. antara keinginan dan ego jiwa. tergesa-gesa dan memaksakan sesuatu yang tidak mungkin. kau coba berbaik hati, dengan bahasa dan janji. kau selalu bicara tentang niat baik. tapi itu ternyata hanya mengecewakan sampai ke memori paling intim. tak ada yang mampu menghapus kenangan buruk itu di kepalaku selain izin Tuhan yang maha Pengasih.

aku pikir hebat, mendengarkan laras-laras yang kau mainkan , menghayati sampai hilang kesadaranku. disaat itupula kau tiupkan mantra dewi Pohaci , merangkulku dalam kegelapan, dalam jurang kehancuran. aku sadar tapi seperti boneka santet. kau tusuki jarum, kau robek jantungku lalu kau masukan serpihan silet-silet itu , aku masih ingat saat kau jahitkan  senar gitar yang putus itu di dadaku, naik dan turun . menyakitkan. mempermainkan perasaan . kau tenangkan sesaat, selebihnya hanya ancaman menggantung nyawaku di alam yang tak ku kenal. kau seret, kau banting hingga ke dasar jurang kematian.

hingga tiba malam, dimana aku harus telanjang, bermandikan air do'a Ibunda yang suci. memandikanku dengan tangis. membasuh  raga tanpa jiwa, berusaha mengembalikan keping-keping hidup. aku nyaris tak berpijak pada tanah. bahkan memang sudah bau tanah. Ibunda tak berhenti diam, menghalangi Izroil mencariku. tak pernah kurasakan hidup ini begitu remuk.  karena ambisi dan maharmu.

aku masih sekarat, seorang malaikat mengajarkanku tentang talkin, membimbingku menyebut Tuhan. Tuhan... sakit apa ini? sakit yang meratakan  jantungku dengan tanah. Alfatihah milikmu belum mampu membuatku kembali tersenyum. aku sanggup berjalan, tapi rasanya kosong. Tuhan , mereka bilang aku tak beriman, hingga siapapun mudah menyakitiku, apa aku yang bodoh? mengijinkan mereka menyakitiku. Tuhan aku ingin hidup tanpa suara itu lagi. Tuhan.. Tuhan.. (semakin lirih ku sebut namaNya). aku kembali tak sadar untuk kesekian kalinya. aku pasrah tertidur kali ini, berharap esok masih bisa terbangun lagi.

dalam mimpi,
mimpi yang tak ku mengerti
nyata atau ilusi malaikat itu datang tersenyum redup membawaku terbang ke dimensi yang lebih rumit.

" Aku selalu mengikutimu, tapi tak pernah kau sadari selama ini. kau selalu merasa sendiri padahal sebenarnya tidak demikian. aku memang tak terlihat tapi seharusnya kau mampu rasa...Tuhan mengubahku menjadi manusia, setelah nanti kau terjaga. bukan untuk mencatat amal-amalmu, bukan untuk memperhitungkan baik buruknya,  tapi mencintaimu sampai mati,  menciumi  perih lukamu, hingga menjadikannya tiada, atas izin Tuhan yang Maha mengobati"

semuanya menjadi putih dan melawan gravitasi . Tuhan lebih mengerti memasangkan perasaan ini pada siapa? aku tak ingin berkeras hati seperti dulu. bagiku cinta dan keinginan itu berbeda. cinta bukan tempat dimana rasa ingin itu harus terpenuhi. cinta bukan hanya sekedar aku dan kamu.  cinta adalah interaksi jiwa yang murni tanpa pernah menuntut balas terhadap apa yang kita jalani, entah itu tali kasih atau profesi. cinta tidak menyakiti. kalaupun menyakiti itu adalah  iblis.  rasa sayang tak pernah mengorbankan perasaan menjadi sakit. cinta terbaik adalah keadaan dimana kita sanggup ikhlas dengan apapun yang terjadi.

aah.. itu hanya mimpi, aku harus bangun melanjutkan harapan hidup yang masih ada. suara itu cukup menghipnotis, hingga sempat ku hirup atmosfernya yang beracun. tapi itu hanya sisa ingatan yang tak berarti. aku harus terbangun. aku ingin memeluk Ayah dan Bunda bersujud memohon maaf, Tuhan beri waktu lebih lama untuk berbakti dan membahagiakan mereka. jadikan aku Shalehah, do'aku Ayah dan Bunda kelak ada di dalam SurgaMu... bersama malaikat itu ..aamiin..

THE HURTS MEMORY OF KARINDING

 
Copyright © 2012 MIRROR | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks | Powered by Blogger