Rasanya Hamil

Jumat, 31 Agustus 2012 | 1 komentar

Keadaanku sekarang benar-benar membuatku seperti perempuan sungguhan. bukan lagi anak kecil, gadis remaja, mahasiswa, atau anak mama yang manja. keadaan seorang ibu yang lemah dan bertambah-tambah ketika mengandung, seperti yang tertulis dalam Qs. Lukman:14, benar-benar terasa. Firman Allah mencerminkan betapa Allah mengerti betul keadaan seorang Ibu ketika mengandung.

Kodrat Allah siapa yang mampu menghalanginya, jika mengandung itu anugrah itu benar, rasanya senang jadi Ibu, jika mengandung itu membuatku begitu lemah, itupun benar. Ibarat sakit yang berkepanjangan. mungkin agar terbiasa semakin lama, hingga akhirnya aku melahirkan.Dan semakin terlatih menjadi seorang Ibu, untuk membesarkan anak-anakku nanti. membesarkan dan mendidik anak pun bukanlah hal yang mudah, tanggung jawabnya dunia akhirat. semoga saja dengan merubah segala sikap yang lebih baik, dan lebih dekat dengan Allah, suatu saat akan membuat anak-anakku menjadi baik pula, sholeh dan sholehah, tak ada yang lebih menyakitkan bagi orang tua ketika anaknya durhaka, suka melawan dan membentak.. naudzubillah, jadilah hamba Allah yang penyayang anakku,...

Sekarang aku tahu mengapa kasih Ibu itu sepanjang masa, sekarang aku  juga tahu mengapa perasaan Ibu itu begitu sensitif, kalau sekarang teman-teman masih suka galak sama Mama nya, stop dan sayangi Mama dengan baik, hamil itu banyak keluhannya, itu terjadi selama 9 bulan. belum lagi melahirkan, itu perjuangan hidup dan mati. kalau kamu yang rasain, belum tentu juga kamu sanggup, terlebih kamu yang laki-laki.

Bagaimanapun, kita yang pernah lahir di dunia ini, tidak hanya berhutang budi .. tapi berhutang nyawa pada Ibu..

Rasanya Hamil

SETELAH KEMARIN (Orang Bilang Aku Ikut Suami?? Tidak!!! Aku Ikuti Kata Hatiku..)

Senin, 13 Agustus 2012 | 2 komentar












Beberapa tahun kebelakang adalah sejarah terlengkap dan cukup menggoreskan campuran kenangan  rumit dipikiranku, kalau dibentangkan bisa jadi sekumpulan benang kusut yang tak pernah lurus, jujur!!! tak mau lagi aku memintalnya menjadi gulungan yang siap dijahit. biar saja menumpuk seperti itu, hingga pada akhirnya menjadi kapas yang berterbangan.

Kemarin bisa jadi tahun penuh duka cita, tahun kejayaan atau tahun paling egois dan memalukan. kemarin adalah cermin yang cukup jernih, aku bisa melihatnya meskipun kemarin ceritanya keruh, kemarin itu pasti dan tak ada kemungkinan-kemungkinan lagi, itu artinya semuanya sudah berlalu dan tak  bisa diapa-apakan lagi.

Hal yang paling memaku otakku saat kemarin adalah kuliahku, 3 tahun yang belingsut, keras, abu-abu, retak, kejar-kejaran dan memuakan, ya karena aku tak suka mekatronika, elektronika, mekanika, lebih singkatnya lagi aku tak suka belajar. 

Sekarang semuanya sudah berakhir, tidak ada tugas, laporan, begadang atau apapun yang bisa menyiksaku siang malam karena itu. semua sudah berhenti, aku sudah lulus dan sebentar lagi wisuda. bagaimana mungkin aku bisa menyelesaikan semuanya? ya karena aku memaksakan diri untuk keluar dari tempat itu dengan terhormat. bukan dengan pemberontakan atau masa bodoh. tak semua yang pahit itu penyakit, dan tak semua yang manis itu obat. begitulah tentang kemarin.

***

Setelah kemarin adalah kemungkinan...
kemungkinan aku menjadi pekerja
kemungkinan aku menjadi bosnya para pekerja
kemungkinan aku  pengangguran
kemungkinan aku tak ada usia.
banyak sekali kemungkinan. itu artinya banyak pilihan.

Dan sekarang masih mengobati beberapa cacat citra tentang kemarin. mengasingkan diri bersama hal yang  abu-abu, bahkan lebih keras dari kemarin, lebih jelas, nyata dan tak bisa santai-santai lagi. Lulus dengan nilai A ternyata masih belum cukup membahagiakan buatku. semuanya butuh perjuangan lagi, berdarah lagi, dan jauh dari dekapan ibunda. jauh dari Ibu adalah hal yang tragis untuk anak manja seperti aku. Aku memang anak yang payah untuk saat ini, menginginkan Ibu ada setiap hari, Ibu..Ibu tak ada kasih sayang yang sempurna selain kasih sayang ibu, dan tak ada do'a paling suci selain do'a ibu, malaikat manapun tak akan berani menolak do'a para Ibu yang taat... Ibu aku rindu...

Sekarang aku diperantauan, berdua bersama suami. 
apa ada target nikah muda??? TIDAK
orang bilang aku hamil duluan karena nikah muda?? AH DASAR JAIL, semoga semua pergunjingan yang menyakitkan untukku, menjadi peluntur dosa-dosaku.

Lelakiku adalah lelaki yang terbuat dari berlian, perisainya dilindungi titanium surga. kemuliaan hati untuk menjabatkan diri sebagai imam, merapatkan luka-lukaku dan menjahit segalanya yang terkoyak adalah keluhuran budi. kesederhanaan dan semangat hidupnya adalah gelora yang menyejukkan, bagaimana mungkin aku menyombongkan diri dan menentang kodratku untuknya? 

Dan inilah setelah kemarin, aku harus punya pilihan.
pilihan untuk ikhlas dan sabar
menjalani kodrat sebagai perempuan yang menjaga berliannya
pilihan untuk membuang segala keegoisan 
pilihan untuk mau mengerti beban dan kesakitan suamiku
berbagi dalam segala hal yang menyenangkan ataupun tidak
mendampingi dia 
 memuliakannya,  
bersama-sama membangun kerajaan paling indah
namun ada saja bibir jahil yang gatal bertanya-tanya..
orang bilang aku ikut suami?
TIDAK!!! Aku mengikuti kata hatiku..
menjadi seorang istri yang wajar.
menjadi seorang ibu yang wajar
mengayomi dengan penuh kesabaran itu sudah cukup.



SETELAH KEMARIN (Orang Bilang Aku Ikut Suami?? Tidak!!! Aku Ikuti Kata Hatiku..)

 
Copyright © 2012 MIRROR | Template Design by Favorite Blogger Templates | Blogger Tips and Tricks | Powered by Blogger